al-Biruni

Sebelum menjadi seorang ilmuwan, al-Biruni memulai mempelajari astronomi, benda-benda langit, dan segala rahasianya yang masih sangat tersembunyi sejak masa remajanya. Ia menyebutkan bahwa bumi itu bulat. Hal ini diperkuat dengan pendapat di antaranya, pandangan dari ujung perahu, yaitu pandangan akan tetap sama walaupun perahu itu telah mendekati batas pandangan pertama.

Ibnu Sina

Menurut Ibnu Sina, salah satu pembangun kebahagiaan, di antaranya kenikmatan, dapat tercapai setelah adanya pengalaman. Sedangkan perasaan itu lebih besar potensinya dalam memberikan sebuah kenikmatan yang dikhayalkan seseorang, sebelum ia mengalaminya sendiri.
(red. makna yang tersirat disini adalah manfaat dari sedekah)

Al-Farabi

Al-Farabi adalah seorang ilmuwan yang menyebutkan bahwa planet dan bintang tidak bisa diubah ataupun dibentuk sehingga bintang ataupun planet tidak membawa keberuntungan atau ketidakmujuran.

Al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi menciptakan teori aljabar atau algoritma dalam bahasa inggris, yang dipakai oleh berbagai ilmuwan hingga sekarang. Algoritma diambil dari penamaan al-khawarizmi.

Syarif al-Idris

Syarif al-Idris adalah seorang ilmuwan yang telah menulis buku literatur terbesar dan paling berharga dalam bidang geografi dan pemetaan sepanjang abad pertengahan. Tulisan itu tidak diambil dari sumber literatur manapun, tetapi berdasarkan penglihatannya secara langsung.

Abu Bakar ar-Razi

Abu Bakar ar-Razi merupakan ilmuwan di bidang kedokteran yang memadukan pengobatan tradisional dengan psikologis. Ar-Razi seringkali berusaha membangkitkan semangat baru dalam diri pasiennya meskipun mereka sendiri tidak memiliki harapan lagi atas kesembuhan dirinya.

Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun yang lahir pada hari pertama bulan Ramadhan pada tahun 732 H atau bertepatan dengan tanggal 27 September 1332 adalah seorang ilmuwan Islam yang menyinggung pentingnya kehidupan sosial bagi manusia dan pengaruh letak geografis bagi perbedaan karakter manusia, perilaku, serta cara hidup mereka.